Agar dapat memahami seluruh sifat-sifat teknologi komunikasi baru, kita harus mempelajari sejarahnya serta masa depannya . Salah satu bagian yang paling penting dalam sejarah teknologi komunikasi adalah munculnya bidang akademik ilmu komunikasi. Disiplin ilmu ini berkembang menjadi kekuatan intelektual utamanya di AS selama periode setelah perang dunia ke II, walaupun asal mulanya dapat dilacak sekitar 30 tahun sebelumnya di lembaga-lembaga pendidikan di Eropa dan Amerika.

Dalam bab ini, kita membahas kebangkitan ilmu komunikasi sebagai disiplin akademik selama lebih dari beberapa decade lalu, dengan memperhatikan setiap kontributor utamanya. Pokok yang ingin kami perlihatkan adalah bagaimana setiap teknologi komunikasi yang terdapat di Amerika – pers, film, radio,dan televisi – adalah berkaitan dengan peristiwa-peristiwa, ide-ide, dan orang-orang yang penting dalam penelitian komukasi. Kami akan membarikan analisis histories ini hingga masa 1980an yang merupakan era komuniksi iteraktif (yang akan membahasnay dalam bab lain).

Perspektif Personal

Bab ini memberikan sejarah penelitian komunikasi dari sudut pandang pribadi penulis ; langkah subyektif ini membantu membuat sejarah intelektuan penelitian komunikasi menjadi lebih menarik dan logis untuk diikuti, walaupun ini berarti memasukkan banyak sudut pandang saya perbadi. Saya memulai pekerjaan pasca sarjana pada tahun 1954, tak lama setelah titik tolak yang penting bagi ilmu komunikasi pada tahun 1950, dan karenanya karir saya telah berkaitan dengan sejarah yang akan saya gambarkan disini. Selain dari analisis ini, sejarah ilmu komunikasi jarang ditemukan dan biasanya hanya berupa bagian-bagian kecil, misalnya dalam bab-bab yang ditulis oleh Wilbur Schramm (1985) dan Daniel Czitrom (1982). Kurangnya perhatian terhadap sejarah ini terasa janggal mengingat sudah berapa lama penelitian komunikasi telah berlansung dan betapa pentingnya hal ini.

Saya menerima gelar doktor sosiologi pada tahun 1957, pada saat yang sama dengan diberikannya gelar Ph.D komukasi yang pertama oleh Schramm di Universitas Illinois. Saya telah mendapat gelar master di Univ Neg. Bagian Iowa, dan mempertimbangkan untuk kuliah komunikasi di Illinois, tapi akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal di Ames. Masa-masa itu adalah masa-masa yang paling menyenangkan dalam penelitian komunikasi yang masih baru dan bebas. Beberapa buku terbit seperti; Proses & Efek Komunikasi Massa Schramm (1954), Cybernetik (1948), dan The Human Use Of Human Beings Norbert Wiener (1950), dan Teori Matematik Komunikasi Claude E. Shannon & Warren Weaver (1949). Pada masa itu kami menyadari peranan yang akan dimainkan oleh buku yang paling terakhir disebut dalam memberian paradigma dasar bagi bidang ilmu komunikasi. Kami sekalian yang merupakan mahasiswa pasca sarjana ilmu sosial di tahun 1950an mengetahui bahwa komunikasi merupakan suatu proses fundamental manusia dalam menjelaskan tentang perubahan perilaku. Sudut pandang ini ditunjukan oleh sekelompok kecil sarjana-sarjana dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda, menjadi satu dalam satu model komunikasi, sebagaimana yang digagas oleh Shannon & Weaver.

Hasil karya para pelopor ilmu komunikasi mempengaruhi pemikiran saya pada pertengahan1950an. Buku karangan Paul F. Lazarsfeld dengan Elihu Katz, Pengaruh Personal (1955), dibahas dalam seminar kuliah pasca sarjana. Kami membaca buku Kurt Lewis dalam tugas kelompok dan saya ingat melakukan perjalanan Iowa City, dimana Lewis mengajar , untuk mendiskusikan teori-teorinya yang juga dengan murid-muridnya di Univ Iowa. Saya terkesan dengan ucapan Harold Lasswell, “Siapa yang mengatakan apa di chanel mana yang pada siapa memberikan efek apa? Kami mempelajari Carl Hovland yang dilakukan di Yale, berdasarkan percobaan –percobaan masa perangnya mengenai efek komunikasi dari film militer.

Saya beranggapan bahwa metode penelitian kuantitatif memberikan langkah-langkah pendekatan yang paling menjanjikan guna memahami sifat-sifat perubahan perilaku manusia, sehingga saya mengambil kuliah tambahan statistik di Univ. Neg. Bagian, Universitas dimana bidang ini telah dibuka di AS oleh ahli statistik agrikultur R. A. Fisher di tahun 1930an. Diserta saya berkaitan dengan penyebaran inovasi-inovasi agrikultur diantara para petani di pedalaman Iowa. Pada masa itu komputer Mainframe menjadi popular dipakai dalam penelitian pendidikan, dan disertai saya memasukkan sejumlah kemunduran ; mungkin itu suatu pertanda dimasa dimana saya memeriksa print out komputer dengan sebuah kalkulator meja .

Karena pendidikan pasca sarjana saya berorientasi empiris dan berdasar metode kuantitatif. Seluruhnya berdasarkan pada suatu pemahaman teori komunikasi pada masa itu. Setelah menyelesaikan doctor saya, saya pindah ke Univ. Ohio sebagai asisten professor bidang sosiologi rural, khususnya dalam penelitian penyebaran inovasi-inovasi di Univ. ini, beberapa anggota fakultas dalam bidang pidato, jurnalis, psikologi dan sosiologi membentuk pasca interdisiplin dalam penelitian komunikasi, dan saya berpartisipasi aktif di dalamnya.

Setelah 6 tahun di Columbus, saya pindah menempati jabatan di fakultas di Univ. Neg. Bagian Machigan dijurusan komunikasi, yang dipertengahan 1960an, sedang menikmati masa-masa keemasannya. Para professor dan mahasiswa berusaha untuk menegaskan bidang ilmu komunikasi. Jurusan ini dipimpin oleh David Berlo, satu dari mahasiswa doktor Shrammdi Illinois. 9 tahun kemudian saya pindah ke Univ. Michigan, kemudia selama satu dekade di Stanford (dimana saya ditawarkan menduduki jabatan Shramm setelah ia pesiun), dan akhirnya di Univ. California selatan pada tahun 1985. Selama masa tersebut, ketertarikan saya pada teknologi komunikasi interaktif bertumbuh semakin kuat.

Akar / Pendukung dari Erora : Trade & Simmel.

Ilmu pengetahuan Amerika bisa berada pada pencapainnya seperti sekarang ini, sebagiannya karena adanya transfusi intelektual yang sangat banyak dari talenta-talenta akademik Eropa, yang dimulai pada tahun 1933 dimana Nazi mengambil ahli kekuasaan di Jerman. Para professor Yahudi dipecat dari jabatan di Universitas mereka, dan beberapa orang berotak cerdas berimigrasi ke AS : seperti Albert Einstein, Erik Erikson, Jhon Van Neumann, dan masih banyak lagi. Para sarjana imigran ini berkontribusi pada penelitian militer selama Perang Dunia II : misalnya banyak dari mereka yang bekerja diproyek Manhattan sementara proyek bom atom Jerman mengalami kemandegan (Coser, 1984).

Imigran intelektual dari Eropa ke Amerika di tahun 1930an secara langsung menguntungkan perkembangan ilmu komunikasi di AS. Banyak dari pada ahli kunci dari penelitian komunikasi (misalnya Kurt lewin dan Paul F. Lazarsfeld) adalah imigran, dan sebagian besar ahli kelahiran Amerika telah mendapatkan gelar Ph.D mereka dari Universitas-universitas di Eropa. Sehingga walaupun ilmu komunikasi dimulai di AS, tetapi memiliki akar yang sangat kuat di Eropa.

Gambar 3-1 adalah peta sejarah ilmu komunikasi, memperlihatkan sekitar selusin orang yang memiliki peranan kunci dalam perkembangan ini. Perhatikan bahwa asal muasal sejarah intelektual ini muncul di Eropa pada akhir 1800an. Pad masa itu, Universitas-universitas di Eropa, khususnaya di Jerman, adalah yang terbaik di dunia. Para peneliti sosial Eropa pada era ini mempengaruhi secara tidak langsung ilmu komunikasi yang kemudian lahir di AS : misalnya Max Weber, ahli birokrasi Jerman ; August Comte, bapak sosiologi, dan Emile Durkheim ,seorang pionir dalam mnegunakan motode penelitian empiris, keduanaya dari Prancis ; Sir Herbert Spencer, yang terkenal oleh Darwinisme sosial. Ada 2 tokoh lagi yang memberikan pengaruh langsung pada ilmu kmunikasi gaya Amerika : yaitu Gabriel Tarde dari Prancis dan George Simmel dari Jerman.

Tarde adalah seorang hakim di Prancis, dan ia banyak mendasarkan dari observasi sosialnya terhadap perilaku manusia yang dihadapinya dalam ruang pengadilannya. Tarde menciptakan teori imitasi, yaitu dimana orang-orang dipengaruhi oleh perilaku orang lain yang mereka temui setiap hari. Pemahaman tentang imitasi ini memberikan dasar bagi penelitian komunikasi tenang difusi/penyebaran inovasi-inovasi (Rogers, 1983) dan pada teori pembelajaran sosial (Bandura, 1977) di Amerika Serikat sekitar 40 tahun kemudian. Difusi adalah suatu proses dimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui jalur-jalur tertentu selama beberapa waktu di antara anggota-anggota suatu sistem sosial. Tarde mengamanti bahwa tingkat adopsi suatu ide baru biasanya menyerupai bentuk kurva S.

Setelah beberapa waktu : pada awalnya hanya beberapa individu yang mengadopsi ide baru, kemudian tingkat adopsi meningkat secara cepat karena banyaknya orang-orang yang menerima inovasi tersebut, dan akhirnya tingkat adopsi merosot secara tajam karena hanya sedikit orang yang tinggal untuk mengadopsi. Tarde mengamati bahwa kurva S akan bergerak jika pemimpin opini dalam suatu sistem mengadopsi ide baru.

George Simmel adalah bapak dari psikologi sosial, suatu kajian tentang pengaruh kelompok terhadap perilaku individu. Bukunya The Web Of Group-Afflikations, ditulis pada tahun 1992 tapi tidak diterjemahkan kedalam bahasa Inggris hingga 24 tahun kemudian (Simmel, 1946). Edisi ini memperkenalkan teori jaringan komuniksi, yang mana terdiri atas individu-individu yang terkoneksi yang terhubung oleh aliran informasi yang terpola (Rogers & Kincaid, 1981 p 63). Bagi Simmel, pernyataan yang paling penting untuk memahami perubahan perilaku manusia adalah ”Pada siapakah individu tersebut oleh ikatan komunikasi ?”. Simmel memberikan sebuah stimulus secara teori untuk mempelajari jaringan komunikasi, tetapi penelitian secara empiris pada topic ini belum ada sejak beberapa decade, hingga Jacob L. Mareno(1934) mendemokan metode penelitian yang tepat dalam mengukur dan mengamati jaringan. Ia mengambar jaringan komuniksi sebagai “ dapur dari opini masyarakat”.

Simmel & Tarde adalah pencetus teori komunikasi yang ide-idenya tidak diubah menjadi dalil-dalil yang teruji secara empiris sehingga bertahun-tahun kemudian, di sisi lain samudra Atlantis, dimana metode-metode komunikasi ditekan dan dimana pendekatan-pendekatan empiris terhadap penelitian komunikasi berkembang.

Empat Akar Amerika.

Empat sarjana pada pengantian abab Amerika yang memiliki pengaruh penting terhadap ilmu komunikasi adalah Jhon Dewey, Charles Horton Codley, Robert F Park dan Goerg Herbert Mead. Mereka menyumbang ide-ide cemerlang yang berkembang di masa depan bagi ilmu komunikasi manusia. Keempat tokoh ini menempatkan komunikasi pada pusat gambaran perilaku manusia, walaupun sekarang tak satu pun dari keemapt tokoh tersebut dianggap sebagai tokoh komunikasi : Dewey dianggap sebagai seorang filsuf dan psikologi ; Cooley seorang sosiologi sosialisai personality ; Park sebagai tokoh kunci disekolah sosiologi Chicago ; dan Mead adalah seorang psikologi sosial.

Keempat tokoh ini dianggap sangat filosofis, walaupun mereka mengunakan beberapa data sebagai dasar bagi teori-teori mereka. Bagaimanapun mereka bukanlah peneliti yang melakukan eksperimen atau survey.

Dewey, Cooley, Park dan Mead, semuanya menekankan suatu pendekatan fenomenologis pada komunikasi manusia, menegaskan bahwa subyektifitas individu atas bagaimana suatua pesan diteriama adalah esensinya kualitas manusia. Karenanya, bagi empat orang ini, bagaimana seorang individu menerima informasi, suatu arti/makna diberikan pada suatu pesan, adalah aspek fundamental dari proses komunikasi. Subyektifitas ini diakui tetapi kemudian tidak dipedulikan dalam model linier komunikasi massa yang muncul pada tahun 1950an dan setelahnya, dan keempat akar ilmu kmunikasi biasanya tidak diperdulikan di masa kini. Ini adalah kesalahan yang serius.

Dewey, Cooley, Park disebut sebagai Trio Progresif oleh Czitrom (1982, p xii) dalam uraian sejarah bidang komunikasi massanya. Nama ini berasal dari besarnya kepercayaan orang-orang ini dalam komunikasi massa (khususnya Koran, media massa yang domain dijaman mereka) sebagai agen perbaikan moral & konsensus politik bagi rakyat Amerika. Indstrilisasi, urbanisasi, dan migrasi besar-besaran dari Eropa ke AS menimbulkan masalah social yang menjadi perhatian yang serius bagi Trio Progresif. Mereka berharap bahwa teknologi komunikasi massa baru pada jaman meraka dapat membantu kemajuan rakyat. Kelemahan meraka adalah mengabaiakan junalisme Koran, baron/ pengusaha Koran terkemuka (Hearst & Pulitzer), dan iklan komersil yang mengatakan bahwa media adalah meraka sendiri sangat buruk.

John Dewey : Progmatisme

Seperti tiga peyokong ilmu komunikasi Amerika lainya. Dewey berasal dari latar belakang liberal, dari kota kecil dan keluarga protestan. Selama tahun-tahun pertama mengajar filosofi di Univ Michigan (dari 1884-1894), Dewey mempengaruhi Cooley dan Park, mempengaruhi mereka dengan suatu pandangan yang melihat komunikas massa sebagai alat perubahan sosial.Dewey ingin untuk “mengubah filosofi dengan cara memperkenalakan bisnis Koran didalamnya (Czitrom, 1982 p 92) dengan kolaborasi bintangnya. Robert Park, Dewey memulai dengan mencoba Koran baru,Thought News, untuk melaporkan penemuan-penemuan mutakhir dalam ilmu sosial dan untuk mengatasi masalah-masalah sosial.

Walaupun korannya berbentuk utopia itu gagal, Dewey tidak pernah menyerah pada potensi media massa untuk membawa reformasi sosial. Pemikiran Dewey berdasarakan pada teori evolusi Darwin dan pada suatu kenyakinan bahwa teknologi komunikasi terbaru mungkin mampu menyusun kembali nilai-nilai masyarakat dalam suatu lingkungan (Czitrom, 1982 p112). Dalam karirnya kedepan, Dewey agak menarik diri dari keterlibatan langsung dalam perubahan sosial utopia, tetapi ketertarikan terhadap Koran tidak berkurang. Dewey dianggap sebagai filsuf pertama dalam komunikasi.

Dewey pada masa kini dikenal karena “ Filosofi Pragmatisnya”, suatu kenyakinan bahwa suatu ide itu benar bilamana berhasil dalam praktiknya. Pragmatisme menolak dualisme pikiran dan persoalan, subyek dan obyek. Selama 1 dekadenya di Univ Chicago, 1894-1904, Dewey ditunjuk untuk mengepalai yang kemudian disebut sekolah Edukasi Universitas tersebut, termasuk bertanggung jawab untuk “sekolah percobaan” (suatu sekolah dasar dimana teori-teori filosofi Dewey diujikan). Pada akhir percobaan pendidikan Dewey dianggap terlalu radiakal oleh pimpinan universitas, sehingga Dewey mengundurkan diri dari Chicago, dan pindah ke Universitas Columbia (Bulmer, 1984 p 28).

Walaupun dia tidak pernah melakukan eksperimen sendiri, Dewey yakin bahwa eksperimen pada khususnaya dan ilmu pengetahuan pada umumnya memberikan dasar intromental bagi psikologi sosial, suatu bidang dimana kolega dan teman Dewey, George Herbert Mead, akan kembangkan pada tahun-tahun kedepannya di Chicago.

Sehingga selain peranan kuncinya sebagai pendukung intelektual komunikasi, Dewey juga mesti dihargai atas pembukaan sekolah filosofi pragmatis, mempelajari pendidikan, dan membentuk prasyarat bagi psikologi sosial. Dewey memberikan pengaruh langsung pada Mead, Park, dan Cooley, 3 pendukung ilmu komunikasi Amerika.

Charles Horton Cooley : The Looking-Glass Self (Orang Bercermin)

Tujuan utama teori Cooley adalah dalam bagaimana individu-individu bersosialisasi. Mungkin pandanganya datang dari luar sifat kepribadian Cooley. Ia sangat pemalu dan mengalami kesulitan berbicara, orang introvert dan menjalani hidup bagai pertapa/menyendiri. Cooley (1864-1929) lahir di Ann Arbor, Michigan, kuliah di Univ Michigan, dan mengajar disana seumur hidupnya. Awalnya tertarik pada ilmu sosial karena memepelajari Darwinisme sosial Herbert Spencer (Deweylah yang mengenalkan karya Spencer kepada Cooley), Cooley kemudian menolak warisan turun temurun dan individualisme sebagai determinan/penentu kepribadian. Sebagai pengantinya Cooley melihat komunikasi interpersoanal dengan orangtua dan teman dalam kelompok utama sang individu sebagai dasar utama sosialisasi.

Cooley memberikan nilai yang tinggi terhadap komunikasi dalam skema konseptualnya itu merupakan mekanisme yang sangat penting dalam pembentukan diri dalam bercermin. Interaksi dengan orang lain berfungsi sebagai cermin, membantu membentuk gambaran diri individu. Bagi Cooley komunikasi memberikan cara bersosialisasi, dan karenanya seperti benang yang menjaga kebersamaan masyarakat (Czitrom, 1982 p 96). Dasar empiris utama bagi teori-teori Cooley datang dari introspeksinya sendiri dan pengamatannya secara dekat pada bagaimana kedua anaknya yang masih kecil tumbuh.

Cooley menulis 3 buku utama : Human Nature & Social Order (1902), Social Org (1909), dan The Social Process (1918). Buku yang pertama menguraikan konsep orang bercermin; buku terakhir lebih banyak berisi tentang masa depan Utopia (yan diwujudkan oleh komunikasi massa,sebagaimana yang diprediksikan sarjana Ann Arbor ini).

Cooley lebih fokus komunikasi interpersonal dari pada media massa, walau pada akhirnya ia juga memeberi perhatian pada media massa, khususnya pada tahun-tahunterakhirnya ketika mintanya berubah menjadi hal-hal Utopia. Cooley memiliki kenyakinan yang sangat besar terhadap pergerakan sosial, dan mungkin karena ia sangat kecewa dengan komersialisme Koran, ia hanya melakukan sedikit usaha untuk mendalami realita-realita efek-efek komunikasi massa, untuk menyelidiki trend kepemilikan perusahan media, atau untuk menentukan peranan media massa dalam sosialisasi masa kanak-kanak.

Robert E Park dan Sekolah Sosiologi Chicago.

Robert Park pantas disebut sebagai “pembuat teori komunikasi massa pertama “(Frazier & gaziano, 1979 p 1). Bahkan ia mungkin juga mendapat sebutan “peneliti komunikasi massa pertama” karena Park telah melakukan penelitian empiris terhadap isi Koran, pembacanya, dan struktur kepemilikan. Yang patut diperhatikan pula adalah keunggulannya sebagai pemimipin sekolah sosiologi Chicago, salah satu pusat ilmu sosial yang paling berpengaruh yang pernah ada. Tapi Park belum memiliki jabatan apapun di universitas hingga ia berusia 50 tahun.

Park disebut sebagai satusatunya orang yang berpengaruh dalam sosiologi Amerika (Boskoff, 1969 p 94), sementara pengamat yang lain menyatakan bahwa kemungkinan besar tiada orang lain yang memberikan pengaruh sangat besar terhadap arah yang diambil oleh sosiologi empiris Amerika “(Turner 1967 p ix). Kata-kata ini adalah pujian yang sangat tinggi, dan Robert Park mendapatkannya bukan karena menjadi dosen yang hebat (yang sudah pasti diabukan begitu), tapi lebih karena pengaruhnya yang sangat kuat terhadap Mahasiswa-mahasiswa doktoral di Chicago. Hingga addanya Park, sarjana-sarjana besar dalam ilmu sosial bekerja secara sendiri-sendiri dan agak terisolasi dari intektual yang memiliki perhatian yang sama. Park mengubah hal ini, menciptakan jaringan intergrasi lokal para guru dan Mahasiswa S2 yang melakukan program penelitian atas masalah-masalah umum di satu kota (Bulmer, 1984 p 1). Park mengabugkan teori dan penelitian yang nyata (Bulmer, 1984 p 97-98). Robert Park mengubah ilmu sosial menjadi dekat dan terlihat kedalam dunia dimana ilmu pengetuhan adalah bagianya. Empirisme ilmu kounikasi dan jugaperhatiannya terhadap perubahan sosial (yang agak unik dari ilmu-ilmu sosial Amerika), dapat dilacak kembali dari pengaruh intelektual Robert E. Park.

Robert park adalah satu dari murid Dewey yang paling giat di Univ. Michigan ; dia mengambil enam mata kuliah dari Dewey, dan kemudian bergabung dalam Thought News. Dewey menanamkan pikiran yang terformasi pada muridnya, yang membawa Park pada awal untuk mencapai reformasi jurnalistik, dan kemudian fokus pada ilmu sosial sebagai alat perbaikan sosial.

Setelah lulus dari Michigan pada tahun 1887, Park bekerja sebagai wartawan, menjadi reporter Koran selam dua tahun di Minneapolis, Detroit, Chicago, dan New York. Selama mas tersebut, ia mengembangkan kemampuan untuk mengamati perilaku, terutama yang menyimpang (seperti aborsi, kejahatan dll.) dari masyarakat urban miskin (masalah sosial yang menantinya menarik perhatian ilmiahnya). Ia juga memperlajari bagaimana jurnalisme yang berbeda dapat menjadi alat yang sangat berkuasa bagi perubahan sosial di Amerika.

Ketertarikannya terhadap berita dalam membentuk opini masyarakat pada akhirnya membuat Park berhenti dari pekerjaannya guna mengambil kuliah master filosofi di Harvard. Kemudian ia ke Jerman untuk mengambil gelar Ph.D, dimana ia belajar dengan George Simmel di Universitas Berlin. Kenyataannya ketiga mata kuliah yang Park ikuti dari Simmel adalah satu-satunya pelatihan formal dalam sosiologi yag pernah ia terima pada tahun 1904, disertasinya yang berjudul “The Crowd and The Public, mengekplorisasi tentang pembentukan opini publik oleh media. Walaupun hanya teori, sebagaimana gaya akademik Jerman saat itu, tetapi disertai juga memiliki data empiris yang mendukung teori-teori Park.

Saat Park kembali ke Eropa, ia bekerja sebagai relation bagi Serikat Reformasi Kongo dan bagi Booker T. Washington, seorang pendidik kulit hitam di institut Tuskeeqee. Pekerjaan ini cocok dengan keperibadian Park dan minat intelektualnya dalam berhubungan antara ras. Akhirnya pada tahun 1914 diumurnya ke 50, Park diundang untuk bergabung di Jurusan sosologi Univ. Chicago

Univ. Chicago berdiri pada tahun 1892 (sekitar 250 setelah Harvard), dengan pemberian yang sangat dermawan dari John D. Rockfeller, yang mendirikan kerajaan Standard Oil, dan dari beberapa pengusaha industri Chicago. Dengan gaji dari Univ Chcago, yang itu dua kali rata-rata gaji professor-professor Amerika maka Univ baru ini bisa membuat fakultas yang sangat baik. Selama beberapa decade, Univ menampilkan kualitas akademik kelas dunia di AS Universitas ini mengambil yang terbaik dari ide-ide yang terbaru dari Universitas-universitas di Amerika dan Eropa dan membuat ide-ide lebih baik lagi. Chicago memiliki Jurusan Sosiologi yang pertama AS. Universitas ini beralokasi dibagian selatan pusat kota Chicago, ditengah-tengah permukiman masyarakat kelas rendah yang didiami oleh para imigran baru dari Eropa, yang kebanyakan bekerja di industri daging kemasan terdekat. Karenanya Sekolah Sosiologi Chicago terfokus pada kota Chicago sebagai laboratorium alaminya. Dan Park adalah pimpinan intelektual bagi pendekatan ekologi ini.

Para penemu dan pendukung ilmu komunikasi di AS merupakan penganut positivisme dalam beberapa cara ; meraka percaya bahwa metode-metode ilmu pengetahuan dapat diaplikasikan pada ilmu tentang masyarakat guna memberikan solusi-solusi yang bermanfaat bagi masalah-masalah sosial. Meraka percaya bahwa orang-orang dapat mengunakan metode-metode ilmiah untuk meningkatkan kehidupan. Masyarakat tampaknya belum mengalami pergerakan yang cukup banyak pada masa-masa awal sekolah Chicago (1915-1925): Migrasi ke AS oleh kaum miskin Eropa, urbanisasi yang parah dikota-kota besar seperti Chicago, dan masalah sosial yang terkait seperti kriminal dan prostitusi menjadi ciri khas Amerika. Penitik beratan sekolah Chicago pada masalah sosial urban dapat dilihat pada judul buku-buku yang diterbitkan: The Hobo (1923), The Gang (1927), The Ghetto (1928), The Gold Coast and The Slim (1929), The Negro Family In Chicago (1932), Vice In Chicago (1933), dan 10.000 Homeless Men (1936).

Sekolah Sosiologi Chicago menyerang teori instink perilaku manusia, dengan alasan bahwa perilaku individu dapat dijelaskan dengan psikologi sosial interaksionis yang dikemukakan oleh John Dewey, Cooley, dan Mead. Penentuan instink biologi diserang secara teori, dan instink ditunjukkan memiliki kekurangan realitas empiris. Menurut pendukung teori interaksi, seorang anak tidak terlahir sebagai manusia maupun mahkluk sosial, tapi kemudian dengan cepat mempelajari bahasa dan memahami dirinya, yang membuat sang individu menjadi mahkluk sosial. Pembentukkan keperibadian ini menempatkan komunikasi interpersonal utamanya dengan kelompok utama yang terdiri dari orang tua, kawan sebaya, dan teman-teman pada tempat yang utama. Pribadi itu sendiri, yang digambarkan Cooley sebagai diri bercermin, tercipta ketika anak mampu memikirkan bagaimana penempilannya/dirinyaa di mata orang lain, bagaimana orang lain menilai perilakunya, dan ketika sang anak bereaksi terhadap evaluasi ini (Hinkle & Hinkle, 1954 pp 30-31). Sehingga ahli-ahli mengunakan instink untuk menjelaskan perilaku manusia, sosiologi Chicago menunjukan bahwa perilaku manusia, khususnya tindakan kejahatan yang mereka teliti, merupakan pengaruh kelompok dengan cara komunikasi melalui jaringan interpersonal. Sebagai contoh, seorang professor Chicago memberitahukan mahasiswanya bahwa ia belum pernah bertemu seorang anak yang melakukan kejahatan pertama seorang diri (Faris, 1970 p 76).

Maka bagi sosiologi Chicago, komunikasi adalah proses manusia yang fundamental, walau selain Robert Park, meraka tidak secara spesifik meyarankan untuk penelitian komunikasi masa depan. Mungkin inilah satu alasan mengapa hubungan antara sekolah Sosiologi Chicago dengan disiplin ilmu komunikasi modern kurang dihargai, dan seringkali diabaikan oleh para pengamat yang mempelajaari sejarah penelitian komunikasi.

Park menjelaskan komunikasi sebagai proses sosial psikologi yang dengannya seorang individu dapat meyimpulkan, hingga taraf dan tingkat tertentupendirian dan sudut pandang orang lain. Pandangan subyektivisme ini menhidari cara berpikir satu arah yan diterapkan oleh model komunikasi berdasarkan teori informasi Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1950an. Gambaran komunikasi Park memungkinkan dua individu atau lebih dapat bertukar informasi selama proses berkomunikasi, dimana masing-masing memberikan makna yang berbeda terhadap infokrmasi yang mereka terima.

Robert Park tidak hanya berteori soal komunikasi, tetapi ia juga meneliti komunikasi massa dalam berbagai cara yang sekarang digunakan oleh sarjana-sarjana masa kini, sebagai contoh Park menerbitkan risalah yang berjudul The Imigrant Press & 1ts Control (1922), yang menguraikan tentang peranan Koran berbahasa asing di Amerika. Park menunjukkan Koran berbahasa Yahhudi Jerman, Polandia, Jerman dan Koran berbahasa lainnya, bagi imigran justru memperlambat akulturasi mereka kedalam kehidupan di Amerika.

Gagasan tentang pengsettingan agenda, dimana media masa menetapakan prioritas isu-isu baru dan karenanya mempengaruhi apa yang dibicarakan pembacanya, berdasarkan identifikasi Park atas berita sebagian berdasar bagi diskusi interpersonal (Fraizer & Gaziano, 1979 p 2). Pemikiran Park bahwa pemikiran publik dapat diukur, telah jauh melampauhi pemikiran George Gallup, Paul F. Lazarsfeld, dan pionir-pionir survey lain pada tahun 1940an. Robert Park juga terdepan dimasanya dalam mencetuskan pertanyaan penelitian seperti: Bagaimana jaringan interpersonal terhubung dengan media massa ?. Hingga sampai taraf mana Koran mempengaruhi opini publik (pengsettingan agenda)dan bagaimana Koran dikontrol oleh opini publik ?. Seberapa mampu media membawa perubahan sosial ?.

Sesudah Robert Park , sosiologi Amerika berahli dari komunikasi ke penlitian kelas sosial dan kerja, dan komunikasi tidak lagi menjadi isu sentral dari pertanyaan selama lebih dari 50 tahun. Park setelah masa-masa gemilang selama 20 tahun mendominasi bidang sosiologi (hingga 1935). Sekolah Chicago menurun menjadi sama saja dengan Jurusan Sosiologi bagus lainnya.

Goerge Herbert Mead : Diri Manusia

Mead (1863-1931) mempelajari filosofi paragmatis dengan William James di Harvard dan kuliah pasca sarja di Jerman, tapi ia terutama terpengaruh oleh kolegannya di Universitas Michigan, John Dewey. Mead pindah kejurusan filosofi Univ Chicago pada tahun 1894 atas undangan Dewey, dan menjadi terlibat dalam berbagai proyek aksi sosial, setelah 40 tahun sebelumnya terlibat dalam kerja filosofi murni. Mead melakukan sebuah survey yang bertujuan untuk mengubah kehidupan pekerja tempat penyimpanan ternak, dan juga terlibat dalam sekolah percobaan Dewey(Bulmer, 1984 p 24). Bahkan Mead dikenalkan sebagai salah satu tokoh utama reformasi Chicago (Bulmer, 19824 p 124). Pandangan progresifime ini sangat erat hubungannya dengan behaviorisme (perilaku) Mead, yaitu suatu kepercayaan akademik dalam mempelajari pengalaman individu dari sudut pandangtingkah laku, khususnaya hal ini diamati oleh orang lain.

Orientasi perbaikan Mead cocok dengan sekolah Sosiologi Chicago, dimana Mead menjadi intelektual berpengaruh kedua ssetelah Robert Park didalamnya (Walaupun Mead adalah professor Jurusan filosofi, semua Mahasiswa S3 sosiologi mengambil mata kuliahnya di psikologi sosial tingkat tinggi). Selama 30 tahun mngajar di Chicago, Mead menemukan pendekatan interaksionis simbolis pada psikologi sosial. Pengaruh yang diberikan Mead bukan melalui bukukarangan tetapi melalui kuliahnya. Pada kenyataannya dia tidak pernah menerbitkan buku. Beberapa tahun setelah kematiannya, murid-murid Mead menerbitkan buku “ Mind, Self and Society “(Mead, 1934) yang diambil dari catatan-catatan kuliah mereka yang intinya tentang interaksionis symbolis. Mead sangat tergantung langsung pada teman-temannya seperti John Dewey dan Charles Horton Codey dalam mengagas teori dirinya, tetapi Mead membawa karya mereka kearah yang lebih menekankan komunikasi manusia sebagai agen sosial yang fundamental. Teori Mead mengatakan bahwa individu-individu mengetahui tentang diri mereka sediri melalui interaksi dengan orang lain yang mengkomunikasikan pada mereka siapa diri mereka.

Mead menekankan bahwa pribadi mulai terbentuk pada seorang anak ketika individu itu belajar mengambil peranan orang lain, belajar membayangkan peranan orang lain dan untuk mengantisipasi tanggapan orang lain terhadap tindakan individu tersebut. Kemampuan empati ini bergantung pada pengunaan bahasa dan dipelajari melalui interaksi sosial dalam suatu kelompok utama seseorang. Sehingga para psikologi sosial yang menganut paham interaksionis mengakui komunikasi sebagai dasar proses manusia(1934, p xxiv) Mead menciptakan konsep menggeneralisasikan orang lain, yang mana seseorang belajar untuk berempati. Oleh karenanya “pribadi” seseorang akan terdiri atas semua sikap dan pendirian individu-individu lain yang ditemaninya dalam berinteraksi , dan yang diambil untuk dirinya. “saya” (pribadi) adalah perspektif individu atas bagaimana orang lain melihat dirinya.

Apa persamaan yang dimiliki keempat pendukung ilmu komunikasi Amerika ini ? mereka kuliah dan mengajar di Universitas-universitas di Amerika yang bergensi, Michigan dan Chicago, dan untuk halnya Park dan Mead, mereka kuliah di Jerman. Karenanya mereka mengjembatani ilmu pengetahuan Eropa dan Amerika. Pertalian instutusional mereka memberi energi bagi ide-ide mereka tentang komunikasi manusia. Mereka berempat datang dari latar belakang masyarakat pinggiran, tapi memajukan kehidupan urban, dan perubahan ini mempengaruhi paham liberalis progresif mereka. Dewey, Cooley, Park, dan Mead adalah penganut pandangan positif, yakni pada perbaikkan masalah-masalah sosial melalui penelitian sosial. Koran-koran Amerika telah menjadi media massa yang penting yang memiliki pembaca yang sangat banyak pada tahun 1900; Keempat tokoh ini sangat tertarik dengan potensi Koran bagi perubahan sosial. Mereka berempat adalah orang-orang yang empiris, menggunakan metode pengumpulan data mulai dari observasi introspeksi Cooley ke analisa isi/konten Park dan usaha Mead dengan penelitian survey. Semuanya adalah filsuf humanis dalam orientasi mereka, menekankan pembuatan teori, tapi juga menekankan pentingnya pengumpulan data empiris. Mereka berempat mendahului orang-orang dijaman mereka dalam mengakui komunikasi sebagai proses yang pundamental yang mempengaruhi perilaku manusia. Mereka menekankan subyektifitas komunikasi manusia, suatu kualiatas yang sayangnya tergantikan dengan model komunikasi berorientasi efek. Keempatnya juga mempelajari fenomena komunikasi yang luas kisarannya, berusaha menghilangkan keragaman pertanyaan-pertanyaan penelitian paradigma_______________untuk menyatukan dan mengintegrasi disiplin ilmu komunikasi baru terwujud pada era berikutnya dalam penelitian komunikasi. Arsitek ilmu komunikasi : Claude Shannon dan Norbert Wiener.

Beberapa tahun tepat setelah perang dunia II ditandai oleh waktu yang penting bagi perkembangan lapangan baru penelitian komunikasi. Sepertinya seakan-akan ide-ide teknologi dan sosial yang penting ini telah dibendung oleh dedikasisepenuh hati bangsa Amerika untuk berperang. Penelitian interdisipliner telah berkembang dalam berbagai proyek militer selama perang yang juga berperang penting bagi kebangkitan ilmu komunikasi .

Selama beberapa tahun setelah 1945, beberapa peristiwa penting terjadi secara cepat yang menambah peranan teknologi sebagai penyokong komunikasi manusia.

· Pada januari 1946,computer mainframe pertama,ENIAC,digunakan di sekolah tekhnik noure di univ peunsyluania.maka dimulailah revolusi computer walaupun universitas pensilvania segera kehilangan posisi dominannya dalam tekhnologi computer ketika pejabat universitas mencoba memaksa pencipta ENIAC ,presper ecker dan john mauchly untuk menyerahkan hak komersial mereka.

· Sekitar seribu mil dari Philadelphia di bell labs in murray hill new yersey dari beberapa tahun kemudian,William shocley,yohn barden dan walker brattain menemukan transsitor yang mungkin merupakan penemuan terpenting dibab ini. Transistor itu adalah salah satu device yang berfungsi mengantikan vacuum tube sebagai unit eletronik yang terpenting. Kelebihan dari transistor adalah ukurannya yang kecil dan kebutuhan listriknya yang kecil. Pada tahun 1980an chips semikonduktor (transistor modern) membuat ukuran computer semakin kecil sehingga harganya menjadi lebih terjangkau. Sehingga kebanyakan rumah tangga dan bisnis di Amerika mampu membelinya.

· Akhir tahun 1940an juga merupakan tahun-tahun yang penting dalam penelitian ilmu komunikasi. Di MIT ahli matematika, Norbert Wiener menerbitkan bukunya cyberneticks atau control dan komunikasi pada binatang dan mesin (1948). 2 Tahun kemudian Wiener menulis buku berikutnya yang bersifat non teknik yang juga menjadi best seller yang berjudul: “The Human Use Of Human Beings; Cybernetics and society(1950)

· Yang lebih berpengaruh dalam kebangkitan ilmu komunikasi adalah buku kecil yang ditulis oleh Cloude E. Shannon, seorang insinyur bidang elektro pada bell labs, dan Warren Weaver dari yayasan Rockfeller di New York buku teori metamatis komunikasi (1949). Me ngusung model komunikasi dilengakapi dengan sejumlah teori matematis. Tentang aspek-aspek dari komunikasi . model yang sederhana diterima dengan antusiasme oleh ahli-ahli komunikasi dan mempengaruhi penelitian mereka dalam beberapa decade kedepan. Sayangnya beberapa ahli mengubah model dasarnya dalam cara-cara yang fundamental.

· Pada kisaran waktu yang sama Williem Schramm, seorang akademis yang memiliki keahlian dalam bidang penulisan fiksi ilmiah dari Universitas Iowa ke Universitas Illinois, dimana ia memahami sekolah komunikasi pertama yang memberikan gelar Ph.D. banyak ahli-ahli dari tahun-tahun sebelumnya yang telah melakukan kegiatan penelitian komunikasi, tetapi mereka utamanya hanya mengindentifikasikan komunikasi dengan disiplin asal yaitu sosiologi, psikologi, atau ilmu politik. Mereka menjadi pelopor dalam penelitian komunikasi namun hanya dalam batasan intelektual. Setelah Schramm di Illinois penelitian komunikasi akhirnya dilembaga dalam institusi universitas, sekolah dan sebagian komunikasi, dan setengahnya banyak yang berspekulasi dan sebagian tetap dalam disiplin ilmu baru tersebut.

Teori Matematis Komunikasi

Buku Shannan and Weavers “The Mathematic Teory Of Comunications” (1994) diterbitkan pada saat penelitian-penelitian komunikasi bermunculan dari kumpulan pendidikan sekolah keterampilan.

Dampak Teori Shanon……

About these ads